logo
JPN-LINK BIDANG PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA
KEJAKSAAN NEGERI CIAMIS

MASALAH HIBAH BERUPA TANAH

< kembali

Oleh : ANDY KRISNASATRIA, 18:09:10, 22/07/2021

Saya mau tanya masalah hibah berupa tanah, karena bapak mertua saya mendapatkan hibah dari kakak kandungnya berupa tanah, dan skrg bapak mertua saya dan kakak kandung yang memberi hibah sudh meninggal, saat ini ada sepupu dari bapak mertua saya yang menga

Jawaban

Halo, ANDY KRISNASATRIA

Terimakasih atas pertanyaan nya bapak andy, Atas pertanyaan bapak kami dapat memberikan jawaban sebagai berikut : bahwa hibah merupakan pemberian dari seseorang semasa hidup nya kepada orang lain yang diatur dalam Pasal 1666-1693 KUHPerdt, apabila diberikan oleh seseorang setelah meninggal dunia maka dinamakan hibah wasiat yang diatur Pasal 957-972 KUHPerdta. Terkait pertanyaan bapak, berarti hibah yang dimaksud disini bukanlah hibah wasiat, tapi hibah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1666 KUHPerdt yaitu " Suatu perjanjian dengan mana si penghibah di waktu hidupnya dengan cuma cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali menyerahkan sesuatu benda guna keperluan si penerima hibah yang menerima penyerahan itu, Undang-undang tidak mengakui lain lain hibah selain hibah hibah diantara orang - orang yang masih hidup Sehingga walaupun saat ini pemberi hibah dan penerima hibah telah meninggal dunia maka tidak menjadi masalah, karena akibat hibah telah berlaku, sebagaimana diatur dalam pasal 1682 dan pasal 1683 KUHPerdt Pasal 1682 menegaskan " Tiada suatu penghibahan pun kecuali termaksud dalam. Pasal 1687 dapat dilakukan tanpa akta notaris,yang minut ( naskah asli nya) harus disimpan pada notaris dan bila tidak dilakukan demikian maka penghibahan tersebut tidak sah Sehingga pemberian hibah dengan menggunakan akta hibah yang dimiliki oleh ayah mertua anda, telah sah di mata hukum Pasal 1683 KUHPerdt " Tiada suatu penghibahan pun mengikat penghibah atau mengakibatkan sesuatu, sebelum penghibahan diterima dengan kata kata tegas oleh orang yang diberi hibah atau oleh wakilnya ya g telah diberi kuasa olehnya untuk menerima hibah yang telah atau akan dihibahkan nya itu Dengan demikian selama. Hibah tersebut telah diterima oleh si penerima hibah sebelum ia meninggal, maka hibah tersebut adalah sah. Hal - hal yang dapat mengakibatkan batalnya hibah yaitu : 1. Hibah yang mengenai benda - benda yang baru akan ada di kemudian hari ( pasal 1667 ayat(2) KUHPErdt 2. Hibah dengan mana si penghibah memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda yang termasuk dalam hibah, dianggap batal. Pasal 1668 KUHPerdt 3. Hibah dengan syarat si penerima akan melunasi hutang atau beban beban lain selain yang dinyatakan dengan tegas di dalam akta hibah sendiri atau dalam suatu daftar yang ditempelkan kepadanya pasal 1670 KUHPerdt 4. Hibah atas benda tidak bergerak bila tanpa akta notaris pasal 1682 KUHPerd Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Dijawab oleh
Dyah anggraeni - Perdata dan Tata Usaha Negara

18:18:39, 22/07/2021