logo
JPN-LINK BIDANG PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA
KEJAKSAAN NEGERI CIAMIS

Alur Perkara Pidana

< kembali

Oleh : Arief Ramadhan, 15:01:18, 05/10/2021

Saya Arief Ramadahan, saya seorang pelajar, izin bertanya yang ke : 1. Bagaimana alur tindak pidana pencurian sampai ke persidangan? 2. Bagaimana pembagian warisan secara hukum perdata? Apakah sama dengan islam laki laki harus mendapat 2 kali lipat dibandingkan dengan anak perempuan? 3. Apakah masa tahanan bisa dipotong dan apa saja yang memengaruhi masa tahanan? Terimakasih bu

Jawaban

Halo, Arief Ramadhan

hai arief .. terimakasih atas pertanyaannya ke JPN Link, kami akan menjawab satu persatu pertanyaan dari arief 1. mengenai alur tindak pidana pencurian, mungkin ini tidak hanya pencurian namun alur perkara untuk tindak pidana umum, adalah melalui : A. tahap penyelidikan ( Pasal 1 Angka 5 KUHAP ) B. tahap Penyidikan ( Pasal 1 angka 2 KUHAP ) C. tahap Pra penuntutan dan penuntutan ( Pasal 1 angka 7 KUHAP ) Tahap penyelidikan dan penyidikan dalam perkara tindak pidana umum dilakukan oleh kepolisian ( Pasal 1 angka 1 dan angka 4 KUHAP ), dan hasil penyidikan dituangkan dalam berkas perkara yang berisi keterangan saksi, keterangan ahli ( bila ada ), alat bukti surat ( bila ada ) dan kegiatan yang dilakukan penyidik dapat berupa penangkapan, penyitaan, penggeledahan , mencari barang bukti yang semua kegiatan tersebut dilakukan dengan Berita Acara dan dilampirkan juga dalam berkas perkara untuk kemudian dikirimkan ke Kejaksaan untuk dilakukan pemeriksaan. Tahap Pra Penuntutan setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan adalah kewenangan dari Jaksa Penuntut Umum, dimana setelah selesai dilakukan pemberkasan perkara kemudian JPU yang ditunjuk untuk memeriksa perkara tersebut segera mempelajari dan menelitinya dan dalam waktu 7 hari wajib memberitahukan kepada penyidik apakah hasil penyidikan sudah lengkap atau belum, apabila belum lengkap maka Penuntut Umum mengembalikan berkas perkara kepada penyidik disertai petunjuk tentang hal yang harus dilakukan untuk melengkapi dalam waktu 14 hari sejak tanggal penerimaan berkas, dan dikembalikan kepada penuntut umum ( Pasal 138 KUHAP ). dan setelah menerima kembali penuntut umum dapat menentukan sikap apakah berkas perkara itu dapat memenuhi persyaratan atau tidak untuk di limpahkan ke Pengadilan ( Pasal 139 KUHAP ). Tahap Penuntutan dilakukan setelah adanya sikap dari Penuntut Umum yang menyatakan berkas perkara telah lengkap dan dapat di limpahkan ke Pengadilan dengan bentuk surat P-21 , kemudian dilakukan pelimpahan tahanan dan barang bukti dari Pihak Kepolisian ke Kejaksaan, kemudian Jaksa Penuntut Umum melimpahkan perkara ke Pengadilan dengan disertai Surat Dakwaan ( Pasal 143 Ayat (1) KUHAP ) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan di Sidang Pengadilan. 2. Pembagian warisan secara Hukum Perdata untuk anak laki - laki dan perempuan dalam KUHPerdata, untuk ahli waris laki - laki dan perempuan memiliki bagian yang sama sebagaimana ketentuan dalam Pasal 852 Ayat (1) KUHPerdata " anak - anak atau sekalian keturunan mereka biar dilahirkan dari lain - lain perkawinan sekalipun, mewaris dari kedua orang tua, kakek, nenek atau semua keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, dengan tiada perbedaan antara laki atau perempuan dan tiada perbedaan berdasarkan kelahiran lebih dulu" 3. bahwa terkait dengan penahanan diatur dalam Pasal 20 KUHAP , dimana terhadap tersangka untuk kepentingan penyidikan dapat dilakukan penahanan terhadap tersangka dan dalam tahap penuntutan penuntut umum berwenang melakukan penahanan atau penahanan lanjutan, dan setelah perkara telah dilimpahkan ke persidangan untuk sidang maka hakim dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan. dan dalam putusan hakim, maka dari pidana yang dijatuhkan dikurangkan dengan masa penangkapan dan atau penahanan sebagaimana Pasal 22 Ayat (3), KUHAP. demikian jawaban dari kami, apabila masih belum jelas dan ada yang masih ingin ditanyakan boleh ditanyakan kembali, terima kasih

Dijawab oleh
Dyah anggraeni - Perdata dan Tata Usaha Negara

14:35:51, 06/10/2021